Mengutip pemberitaan Daily Mail, Selasa (28/4) disebutkan dinosaurus darat mengalami kepunahan bersama dengan burung-burung dan sejumlah kelompok mamalia lainnya yang dikenal dalam peristiwa kepunahan Cretaceous-Tertiary. Bukti dampak asteroid purba ditemukan di bawah batas lapisan tanah Cretaceous-Tertiary, permukaan sedimen geologi yang berkaitan dengan kepunahan.
Dalam tulisan yang dipublikasikan Proceedings of the National Academy of Sciences, kelompok ilmuwan yang dipimpin Profesor Gerta Keller dari Universitas Princeton, mengatakan, rentang waktu 300.000 tahun itu membuat mereka berpikir tabrakan Chicxulub bukanlah penyebab punahnya dinosaurus.
Disebutkan sejumlah letusan vulkanik berskala besar termasuk yang di Deccan Traps, India bisa jadi penyebab kepunahan massal dengan melepas abu pasir dan gas dalam jumlah besar yang mampu menutupi sinar matahari dan mengakibatkan dampak rumah hijau yang signifikan kala itu.
Teori sebelumnya diyakini sebuah asteroid raksasa menghantam bumi sekitar 65 juta tahun silam. Namun, para ahli menyangsikan dampak tersebut sebagai pemicu punahnya dinosaurus.
Para ilmuwan juga menemukan bukti bahwa Chicxulub tidak berdampak begitu dramatis terhadap kelangsungan hidup mahluk hidup. Di satu lokasi di El Penon, para peneliti menemukan 52 spesies ada di sejumlah sedimen di bawah lapisan spherule dan jumlah 52 spesies itu masih tetap ada di beberapa lapisan di atasnya. "Kami menemukan tidak ada satu spesies pun yang mengalami kepunahan akibat dampak Chicxulub pada tahap sediment itu," jelas Professor Keller.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar